Pohon Keramat

Pohon keramat, satu hal yang menjadi mitos/kepercayaan masyarakat tradisional. Pohon favorit yang dikeramatkan biasanya memiliki ciri ukuran besar, berusia tua, dan rimbun. Pohon yang paling sering dikeramatkan adalah pohon beringin. Pohon beringin yang berukuran besar dan berakar lebat akan memicu rasa ngeri bagi orang-orang yang melewatinya, terkhusus di malam hari.

Pengeramatan suatu pohon biasanya akibat adanya “sesuatu” di balik pohon tersebut. Pohon disebut angker karena diyakini ada “penunggu”-nya sehingga harus dijaga dan diberikan sesajen. Pohon ini tidak boleh ditebang sama sekali, karena mereka yakin bahwa “penunggu”-nya akan murka.

Pohon keramat menjadi suatu local wisdom sehingga keberadaannya bagi studi ilmu sosial menjadi unik. Kenapa unik? Hal ini karena fenomena ini hanya dapat dijumpai di Indonesia, tidak ada di negara-negara barat sana. Local wisdom ini menjadi satu senjata ampuh untuk menjaga keseimbangan alam, khususnya untuk menjaga sumberdaya alam.

pohon-keramat-nglanggeran

Pohon Keramat di Gunungapi Purba Nglanggeran (dok.oribadi)

Jadi, kenapa pohon yang dikeramatkan adalah pohon yang besar dan rimbun? Kenapa mayoritas adalah pohon beringin? Jawabannya adalah karena pohon, terutama pohon beringin yang besar memiliki nilai hidrologis yang tinggi. Beringin mampu menyimpan cadangan air dengan baik pada musim hujan dan mengeluarkannya pada musim kemarau. Seperti pada gambar di atas yang terdapat di Gunungapi Purba Nglanggeran – Gunung Kidul, dimana pohon beringin dipagari sebagai bentuk penjagaan terhadap pohon dan sumber air. Ada nilai budaya dan ilmiah yang dapat dipelajari dari tempat tersebut sehingga dapat dijadikan sebagai pelajaran.

Mungkin kita tidak pernah menyadari sama sekali bahwa pohon beringin tumbuh di daerah yang menjadi sumber air. Semakin banyak keberadaan pohon beringin di suatu daerah maka ketersediaan air di daerah tersebut semakin terjaga. Kita dapat membedakan kondisi air di daerah yang terdapat banyak pohon (di desa) dengan daerah yang sangat sedikit pohonnya (di kota). Itulah sebabnya mengapa sebagian besar penduduk kota saat ini menjadi pelanggan setia PDAM dan tidak dapat mengambil air langsung dari tanah.

Zaman semakin maju dan perkembangan teknologi semakin pesat. Sudah saatnya kita meninggalkan pemahaman yang salah tentang pohon keramat. Sebagai manusia terdidik, kita harus mampu melihatnya dari sudut pandang berbeda bahwa di balik pengeramatan suatu pohon pasti ada alasan ilmiah di baliknya. Jika kita tidak diperbolehkan menebang suatu pohon, itu artinya kita harus menyadari bahwa pohon tersebut memiliki fungsi strategis untuk menjaga sumber air yang kita gunakan sehari-hari. Jika semua pohon ditebang, lalu bagaimana cara kita menyimpan air?

Pada akhirnya, istilah pohon keramat menjadi local wisdom yang harus kita jaga namun tetap dilandasi dengan pemahaman yang bersifat ilmiah, bukan dengan pemahaman yang bersifat tradisional. Pengeramatan pohon hanyalah satu cara agar kita dapat menjaga keberlanjutan sumberdaya air untuk kehidupan anak cucu kita kelak.

Sekarang, sudah paham kan??? 🙂

Referensi : Manfaat Beringin dalam Pembangunan Kawasan Hutan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s