Objek Studi Geografi

Ayo.. Mari mulai menulis…. 🙂

Banyak di antara siswa yang bertanya, “Pak, yang dipelajari dalam mata pelajaran Geografi itu apa sih?”. Ya, jika tidak ada batasan yang jelas maka banyak siswa yang bingung. Oleh sebab itu di awal pembelajaran harus dijelaskan, sejauh mana yang dipelajari oleh Geografi.

OK, mari kita jelaskan semampunya agar batasan-batasan ini menjadi jelas, setidaknya bagi siswa-siswa yang berminat mempelajari geografi. Secara teori, objek studi geografi dibagi menjadi 2, yaitu Objek Material dan Objek Formal. Apa itu objek material? Apa itu objek formal? Mari perhatikan penjelasan di bawah ini 😀

sketch1470984517787

Objek Material adalah :
“sasaran/unsur/gejala yang akan dikaji di dalam geografi

Dalam hal ini yang dikaji adalah unsur-unsur fisik dan non fisik bumi yang terkait dengan kehidupan manusia. Nah, unsur-unsur yang dimaksud apa? Kita urutkan dari atas ya, agar mudah dipahami. Ini dia…

1. Atmosfer

kumpulan massa udara yang mengelilingi permukaan bumi

Atmosfer seringkali juga disebut sebagai lapisan udara. Kenapa atmosfer dipelajari dalam Geografi?

Karena di atmosfer terdapat fenomena-fenomena yang berkaitan erat dengan kehidupan manusia. Misalnya udara yang dihirup manusia. Jika tidak ada udara di atmosfer, bagaimana manusia bisa hidup? Selain itu atmosfer juga menjadi lokasi terjadinya fenomena iklim dan cuaca seperti hujan dan petir di Troposfer, dan lain sebagainya.

2. Biosfer

bagian dari bumi yang menjadi tempat ditemukannya kehidupan.

Biosfer mengandung segala unsur yang hidup seperti manusia, flora, dan fauna. Biosfer menjadi objek kajian geografi sebab unsur kehidupan tidak dapat dipisahkan dari unsur fisik muka bumi. Kehidupan dalam satu komunitas turut pula berperan dalam mempengaruhi kehidupan di komunitas lain sehingga terjadi interaksi antar kehidupan komunitas.

3. Hidrosfer

kumpulan massa air yang terdapat di permukaan bumi

Keberadaan air di permukaan bumi tidak hanya di laut dan sungai, akan tetapi terdapat juga di atmosfer, tanah (groundwater), dan glasial.

Coba bayangkan, jika kita hidup di daerah gurun yang tidak ada air sama sekali. Apa yang akan terjadi? Kita akan mati karena suplay air di dalam tubuh kita tidak dapat terpenuhi. Itulah arti penting air bagi manusia.

4. Pedosfer

kulit bumi yang hanya terbentuk ketika terjadi interaksi antara atmosfer, biosfer, litosfer, dan hidrosfer. Secara sederhana, pedosfer disebut sebagai lapisan tanah.

Pedosfer menjadi pondasi bagi semua kehidupan yang ada di planet bumi. Tumbuhan dan tanaman tidak akan tumbuh jika tidak ada tanah yang menyediakan nutrisi untuk tumbuh.

5. Litosfer

bagian bumi yang bersifat keras

Bagian ini tersusun atas batuan dan mineral yang merupakan lapisan bumi paling luar. Di dalam bidang geologi, litosfer disebut sebagai kerak bumi. Litosfer menjadi salah satu unsur pembentuk pedosfer.

Secara umum, keseluruhan unsur tersebut termasuk dalam Geosfer

Objek Formal

sketch1470989204832

Objek Formal adalah :
sudut pandang dan cara berfikir geografi terhadap suatu gejala yang terdapat di permukaan bumi, baik yang bersifat fisik maupun sosial. Geografi selalu memandang dari sudut pandang keruangan (spasial).

Cara berfikir tersebut mampu menjawab pertanyaan 5WIH. Penjabarannya adalah sebagai berikut :
1. Apa (what)

Berkaitan dengan struktur, pola, fungsi dan proses gejala atau kejadian di permukaan bumi

2. Di mana (where)

Berkaitan dengan tempat atau letak suatu objek geografi di permukaan bumi

3. Berapa (How much / many)

Berkaitan dengan hal-hal yang menyatakan ukuran (jarak, luas, isi, dan waktu) suatu objek geografi dalam bentuk angka-angka

4. Mengapa (why)

Berkaitan dengan rangkaian waktu dan tempat, latar belakang, atau interaksi dan interdependensi suatu gejala, peristiwa, dan motivasi manusia

5. Bagaimana (how)

Berkaitan dengan penjabaran suatu pola, fungsi, dan proses gejala dan peristiwa

6. Kapan (when)

Berkaitan dengan waktu kejadian yang berlangsung, baik waktu yang lampau, sekarang, maupun yang akan datang

7. Siapa (who)

Berkaitan dengan subjek atau pelaku dari suatu kejadian atau peristiwa.

Setelah mampu menjawab pertanyaan 5W1H maka akan dapat diketahui bagaimana bentuk pola (spatial pattern) suatu gejala, hubungan (spatial system) antar gejala yang ada, dan proses perubahan (spatial process) yang terjadi pada gejala tersebut.

Contoh

kebakaran-hutan-riau-modis-active-fire-data-48-jam-28-30-aug-13-sumatera-wide

Sumber Gambar : www.mongabay.co.id/tag/kebakaran-hutan-sumatera/

Kita ambil contoh kasus kebakaran di Pulau Sumatera yang terjadi hampir rutin setiap tahun. Dalam memandang peristiwa ini maka beberapa pertanyaan yang harus terjawab adalah sebagai berikut:

1. Apa (what) yang terjadi?

Kebakaran hutan.

2. Di mana (where) kebakaran itu terjadi?

di Pulau Sumatera, hampir rata di semua lokasi.

3. Berapa (how much/many) jumlah titik lokasi kebakaran tersebut?

150 titik api.

4. Mengapa (why) kebakaran itu bisa terjadi?

karena sengaja dibakar untuk membuka lahan baru, baik oleh petani  kecil maupun oleh perusahaan besar.

5. Bagaimana (how) kebakaran itu berlangsung?

Petani hendak membuka lahan baru untuk ditanami tanaman sawit. Pembakaran dianggap cara yang paling mudah dan cepat didukung oleh kondisi lahan gambut yang kering. Lahan yang kering  dibakar pada siang ataupun malam hari dan kemudian dibiarkan hingga meluas ke lahan di sekitarnya. Jumlah titik api cukup banyak karena tidak hanya satu petani/ perusahaan saja yang melakukannya. Dari tahun ke tahun proses dan penyebabnya sama dan belum ada solusi nyata dari pemegang kebijakan.

6. Kapan (when) kebakaran itu terjadi?

sekitar 20 Februari hingga 12 Maret 2014 ketika musim kemarau terjadi di Indonesia.

7. Siapa (who) yang harus menyelesaikan permasalahan tersebut?

Seluruh petani, Perusahaan, Kepala Daerah setempat, Dinas Kehutanan, dll

Nah begitulah penjelasan objek studi geografi yang dapat dituliskan di dalam blog ini. Bagaimana? Sudah tidak bingung lagi kan? Semoga tulisan ini bermanfaat 🙂

Referensi :

1. Kebakaran Hutan Sumatera (http://www.mongabay.co.id/tag/kebakaran-hutan-sumatera/)
2. Geografi 1 untuk SMA/MA Kelas X yang disusun oleh Bpk Danang Endarto, Bpk Sarwono, dan Bpk Singgih Prihadi pada tahun 2009 dan diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Nasional Departemen Pendidikan Nasional.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s