Buku vs Handphone

secret-compartment-book-cell-stand_

Buku dan handphone adalah dua hal yang sama sekali berbeda. Buku bagi kebanyakan orang membosankan namun tidak demikian dengan handphone. Jika keduanya disandingkan maka akan banyak orang yang mengambil handphone, tentu karena fiturnya lebih menarik. Walaupun pendapat ini tidak sepenuhnya benar, namun faktanya itulah yang sedang terjadi di kalangan muda Indonesia.

Sebagian orang tidak dapat bertahan lama ketika berhadapan dengan buku. Mereka akan cepat bosan dan mengantuk. Namun ketika menggunakan handphone mereka dapat bertahan lama hingga berjam-jam, mengapa demikian? Tentu karena handphone lebih menarik. Secara visual, tampilan sebagian buku sangat membosankan. Sebagian besar buku hanya menyajikan kertas putih berisi rangkaian huruf yang membentuk kata dan kalimat panjang. Tidak banyak orang yang mampu menangkap makna dan keindahan kata yang ditulis di dalamnya. Ada sebagian orang yang hobi membeli buku, namun ketika baru sebentar membaca sudah bosan dan ditinggalkan begitu saja. Meskipun isi buku sebenarnya bagus namun jika layoutnya membosankan maka sangat sedikit orang yang akan tertarik untuk melanjutkan membaca. Coba bedakan antara buku dan majalah, saya yakin Anda akan lebih betah membaca majalah karena desain, layout dan kontennya yang lebih menarik. Tingkat kebosanan membaca buku ini sekarang diperparah dengan munculnya handphone, yang dengannya bisa mendapatkan informasi apapun ketika terhubung ke internet.

Ada banyak alasan untuk berlama-lama menggunakan handphone, misalnya saja chatting. Munculnya aplikasi chatting seperti whatsapp dan blackberry messenger menjadikan setiap manusia lebih mudah terhubung dengan orang-orang terdekatnya seperti teman dan keluarga. Nah kebetulan masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang suka ngobrol sehingga aplikasi tersebut memudahkan hubungan manusia, secara digital tentunya. Orang yang asyik melakukan chatting di handphone akan lebih mudah melupakan aktivitas lainnya. Inilah alasan kenapa handphone menjadi musuh utama buku. Ketika kita membaca buku dan ada handphone di samping maka konsentrasi membaca akan terganggu. Ketika notifikasi chat berbunyi, secara refleks biasanya otak akan memerintahkan tangan untuk mengambil handphone, membuka, dan kemudian membaca pesan chatting tersebut. Jika isi chat menarik, maka bisa dipastikan pekerjaan membaca akan sulit berlanjut. Kondisi tersebut lebih parah jika perbincangam dilakukan dalam suatu group chat, karena tanggapan perbincangan tidak ada habisnya kecuali diri kita sendiri yang mengehentikannya. Selain chatting ada juga game yang menarik dimainkan di handphone, bahkan ini sudah umum di semua golongan usia mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Bahkan ada juga yang sampai ketagihan game sampai lupa waktu. Memang perkembangan teknologi seperti ini tidak bisa dihindari, namun harus disikapi dengan bijak.

Jika handphone terus mendominasi atas buku di kalangan muda secara khusus, maka kita akan kehilangan generasi emas yang diharapkan sumbangsihnya atas kemajuan bangsa. Bukan fisiknya yang hilang, namun kemampuannya yang menjadi tidak produktif akibat kurang bijaksana dalam menyikapi kemajuan teknologi komunikasi (handphone). Buku yang seharusnya menjadi sumber pengetahuan mulai tertinggal dan tergantikan oleh internet yang dengan mudah diakses melalui handphone. Memang cukup banyak juga inspirasi yang muncul dari dunia internet, namun budaya membaca buku tidak boleh ditinggalkan karena buku berisi pemikiran dari orang-orang hebat yang bisa kita jadikan panutan. Dengan membaca buku, kita bisa belajar banyak hal sehingga hidup kita menjadi lebih bermakna dan bijaksana.

Akhirnya, mari kita jaga budaya membaca buku. Buku baru maupun bekas bukanlah masalah. Yang penting kita bisa mengambil manfaat dari buku tersebut. Tak lupa saya menyarankan kepada semua pembaca agar menjaga jarak dengan handphone, atau paling tidak menonaktifkan koneksi internet ketika sedang membaca. Tentunya hal tersebut dilakukan dengan maksud agar kita dapat fokus menyelesaikan buku yang kita baca. Jadi, siapkah Anda menjaga jarak dengan handphone?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s