Menulis dan Memotret

Di era dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat seperti sekarang ini, mengharuskan kita untuk menjadi pribadi yang lebih bijak. Perkembangan gadget yang begitu cepat yang ditunjang dengan meluasnya jangkauan layanan internet cepat atau lambat akan berdampak pada perilaku penggunanya. Seperti yang sudak dikatakan oleh banyak orang, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ibarat dua mata pisau, bisa berdampak positif ataupun negatif bergantung pada keputusan user itu sendiri.

Pada kesempatan ini saya hanya akan membahas dua hal, yaitu antara kemampuan menulis dan kemampuan memotret. Dua hal tersebut adalah dasar dalam menyampaikan informasi, selain kemampuan berkomunikasi secara verbal tentunya. Kemampuan memotret yang luar biasa alangkah lebih baiknya lagi diimbangi dengan kemampuan menulis yang mumpuni. Misalnya seperti mereka para wartawan yang selain memiliki keahlian berkomunikasi dan ahli mengambil gambar, mereka juga sangat ahli dalam menuliskan berita. Foto hasil bidikan bersifat menguatkan isi berita tersebut. Memang satu foto dapat mewakili beribu kata, tapi tunggu dulu, foto apa dulu yang disajikan. Kalau fotonya bermakna, it’s not a problem. Tapi jika hanya foto-foto selfie yang saat ini sedang marak, kita sebagai konsumen gambar tak akan pernah tahu maksud penyajian foto tersebut, bahkan muak melihatnya.

Pada saat ini, setiap orang bisa memotret dengan mudah. Tak perlu menggunakan kamera yang super mahal, telepon selular pun saat ini sudah banyak yang dibekali kamera dengan kemampuan yang cukup baik. Contohnya bisa kita lihat pada fenomena saat ini di pinggiran jalan raya. Fenomena apa itu? Yaitu sekumpulan anak-anak yang dengan riangnya memegang kamera HP dan mengarahkan bidikan ke bus-bus yang lewat di depan mereka. Apapun jenis busnya, mereka akan senang mengambil gambarnya. Bahkan mungkin jika bus yang lewat sangat bagus, mewah, dan Pak Sopir dengan lihainya memainkan lampu sein seakan menyambut “photographer” dadakan itu. Saya tidak tahu motif mereka mengambil gambar bus-bus itu, apakah diupload ke forum-forum online ataukah hanya untuk koleksi. Yang jelas dulu waktu masih seumuran mereka, saya hanya bisa bermain di halaman mushalla bersama teman-teman. Ya, tentu karena saat itu perkembangan teknologi belum seperti sekarang ini dan untuk mendapatkannya pun sangat susah, mahal itu harganya. Jangankan beli HP, lhawong beli mainan tamagotchi dan tamiya saja baru keturutan setelah nabung :P. Meskipun demikian, saya bahagia karena masa kecil saya terselamatkan, gak mikir yang namanya HP dan sebangsanya itu. Nah contoh selanjutnya adalah sebagian oknum pemuda yang gemar foto selfie, tanpa memberikan makna yang jelas pada gambar mereka. Foto itu pada akhirnya hanya menjadi bahan update Profil Picture ataupun Display Picture BBM. Ya, hanya sebatas itu tanpa ada makna yang layak diketahui orang lain. Saya menyadari memang motif seseorang dalam mengambil foto itu beraneka ragam, ada yang pamer momment mereka, pamer aktivitas, menunjukkan eksistensi, dan beraneka motif lainnya.

Gambar : Foto Selfie (http://www.kineo.com/m/0/woody-selfie.jpg)

Berbeda halnya dengan orang-orang yang hanya mengambil gambar dengan makna yang jelas. Misalnya mereka ingin menunjukkan keindahan suatu tempat. Foto yang mereka hasilkan pun cukup profesional, yaitu tanpa model yang menghadap kamera, alias selfie menggunakan tongkat narsis (tongsis). Mungkin dapat dikatakan bahwa tongsis itu saat ini semakin membunuh kemampuan untuk berinteraksi dengan orang di sekitar. Jika dulu untuk mengambil foto diri sendiri harus meminta bantuan orang lain, saat ini kebanyakan orang hanya mengandalkan tongsis. Nah kemampuan menulis itulah yang seharusnya dikembangkan oleh setiap orang pada saat ini. Berikan penjelasan yang jelas pada foto yang diupload ke dunia maya, agar orang-orang yang melihat foto tersebut mengerti dan dapat menangkap pesan yang ingin disampaikan oleh pengupload foto. Jika sudah demikian maka informasi akan semakin jelas, dan “penonton” tidak frustasi melihat foto tanpa makna. Oh ya, kurangi upload foto selfie Anda, bisa jadi teman-teman Anda bosan melihat foto selfie Anda itu 😛

Sekian dan terima kasih…

Artikel ini hanyalah bagian dari pandangan saya. Saya sangat terbuka terhadap kritikan. Oleh sebab itu, jika Anda tidak sengaja mampir ke blog dan membaca artikel ini lalu kemudian tidak setuju dengan pandangan ini, silahkan kirimkan kritik atau komentar Anda melalui kolom komentar. Terimakasih… 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s